LG-A Yang Di Bentuk Secara Lokal Oleh Sel-Sel Plasma

Imunoglobulin A

im aImunoglobulin ini terutama terdapat dalam serum sebagai monomer 7S tetapi cenderung membentuk polimer secara spontan melalui asosiasi dengan polipeptida kaya-sistein yang dinamakan rantai-J dengan berai molekul 15.OOO. IgA terdapat secara selektif d*lam sekresi selaput lendir-darah seperti air liur, air mata, cairan hidung, keringat, kolostrum, dan sekresi paru-Paru serta saluran Pencernaan. Pada iekreta ini IgA berfungsi sebagai pengobatan tradisional luka diabetes yang menjadi pelindung permukaan tubuh terhadap serangan jasad renik. IgA terdapat dalam cairan-cairan ini terutama, sebagai dimer yang tahan proteolisa karena berkombinasi dengan protein lain Рkomponen sekreta yang dibuat oleh sel epitel lokal dan memiliki rantai peptida tunggal dengan berat molekul 60.000. Bila dimerisasi terjadi secara acak (random) setelah disekfesi, akan terbentuk dimer dengan spesifisitas gabungan yang Penggabungannya dengan antigen tidak seefektif dimer dengan spesifisitas tunggal yang valensinya lebih tinggi.

Antibodi IgA bekerja dengri” dengan menghalangi perlekatan jasad renik pada permukaan sel selaput lendir karena jasad renik ini terbungkus oleh IgA, sehingga dicegah masuk ke dalam jaringan tubuh. IgA yang terk umpul akan melekat pada sel-sel polimorf dan dapat pula mengaktifkan alternatiflain (hlm. 160) yang berbeda dari jalan komplemen klasik sehingga mungkin dapat menerangkan adanya laporan-laporan tentang sinergisma ?ntar-a-IgA, komplemen, dan lisozim dalam mematikan jasad-jasad koliform tertentu. Imunoglobulin M sering dinamakan antibodi makroglobulin karena berat molekulnya yang tinggi. Molekul IgM merupakan polimer dari lima srrbsairran dari- 4-peptida, dengan tiap subsatuan mengandung sebuah daerah Ch ekstra. Sama seperti pada IgA, polimerisasi subsatuan tergantung pada adanya rantai-J dan struktur IgM .seperti yang dibayangkan oleh Hilschman; tergambar pada Gambar 2.16a.

Dengan cara pewarnaan negatif pada mikroskop elektron, molekul bebas akan berbentuk “bintang”, tetapi bila digabungkan sebagai suatu antibodi dengan sebuah selaput permukaan Jntigenik, mrka akan timbul bentuk yang “menyerupai kepiting” (bambar 2.16b dan c). Secara teoritis valensi penggabutrg tentunya adalah 10, tetapi hal ini hanya terlihat pada interaksi dengan hapten kecil Dengan antigen yanglebih besar, valensi efektif akan meniadi 5 dan hal ini harus dihubungkan dengan suatu bentuk hambatan pada susunan atom pada molekul.