Pencangkokan Pada Bagian Tubuh

Suatu homograf yang dapat bertahan terhadap serangan pertama yang hebat dari reaksi perantaraansel dapat menyebabkan timbulnya antibodi humoral di dalam tubuh tuan rumah terhadap antigen transplantasi pada permukaan pencangkokan. Hal ini dapat menyebabkan reaksi sitotoksik atau perlekatah sel-sel fagositik atau penyerangan tidak spesifik sel-sel-K (bandingkan dengan Gambar 6.2). Antibodi-antibodi humoral juga dapat menyebabkan perlekatan trombosit bila bergabung dengan anrigen-anrigen pada permukaan endotel pembuluh darah.

REAKSI OTOIMUN

ato imunPada penderita-penderita anemia hemolitik otoimun dihasilkan oto-antibodi terhadap sel-sel darah merahnya sendiri. Sel-sel darah merah yang terbungkus antibodi ini mempunyai paruh waktu yang pendek terutama dikarenakan perlekatannya dengan sel-sel fagositik. Serum penderita tiroiditis Hashimoto mengandung antibodi-antibodi yang dengan adanya komplemen akan menyebabkan reaksi sitotoktik terhadap sel-sel tiroid yang diisolasi pada perbenihan. Pada sindroma Goodpasture terdapat antibodi-antibodi terhadap membrana basalis glomerulus ginjal. Hasil-hasil pemeriksaan biopsi menunjukkan bahwa antibodi-antibodi obat sakit diabetes melitus ini bersama-sama dengan unsur-unsur komplemen terikat pada membrana basalis, di mana kerja seluruh sistem komplemen itu menyebabkan kerusakan yang berat .

REAKSI KARENA OBAT

Sangat kompleks. Obat-obatan dapat berikatan dengan unsur-unsur tubuh dan mengalami perubahan dari satu hapten menjadi anrigen lengkap yang akanmenyebabkan orang-orang terrentu menjadi peka (kita tidak tahu siapa). Bila antibodi IgE terbentuk, reaksi anafilaksis dapat terjadi. Pada beberapa keadaan, terurama pemakaian salep lokal, reaksi hipersensitivitas perantaraan sel mudah rerangsang. Pada keadaan lain, ikatan dengan protein serum mungkin juga menimbulkan reaksi tipe III hipersensitivitas karena pembentukan kompleks-kompleks. Dari keadaan di atas dapat disimpulkan bahwa obat tampaknya membentuk suatu kompleks antigenik dengan permukaan suatu elemen yang ada pada darah, dan, merangsang pembentukan antibodi yang bersifat sitotoksik bagi kompleks obat-sel itu.

Bila obat dihentikan, kepekaan itu akan hilang tidak lama kemudian. Sebagai contoh mekanisme ini telah ditemukan pada anemia hemolitik yang kadang-kadang dihubungkan dengan pemakaian terus-menerus klorpromazin atau fenasetin, pada agranulosito.sis yang dihubungkan dengan pemakaian amidopirin atau quinidin dan pada keadaan klasrkparpura trombositopeni yang mungkin disebabkan oleh sedormid, serum segar, yang diambil dari penderita dapat melisiskan trombosit, sedang tanpa sedormid hal ini tidak akan terjadi; pemanasan serum sebelumnya pada suhu 56 derajat Celcius selama 30 menit akan menjadikan komplemen ddak aktif dan menghilangkan efek tersebut.