Konsumsi Alkohol Meningkatkan Risiko Kanker

Sejumiah penelitian lain menegaskan bahwa penggunaan secara teratur bahkan dalam jumlah sedikit, alkohol bisa membahayakan fungsi kekebalan yang normal. Hasilnya kerap berupa bertambahnya infeksi. Akan tetapi,efek memperlemah sistem kekebalan dari alkohol mencakup lebih dari sel B. Sekelompok seldarah putih yang disebut sel pembunuh alami(sel NK) juga dilemahkan oleh minuman beral-. kohol.28

Sel pembunuh yang menarik ini telah lama mencengangkan para ilmuwan karena kemampuannya mengidentifikasi penyrrsup dan melenyapkannya. Mereka tidak menggunakan antibodi, tidak juga menggunakan tipe bahan kimiawi perang lain seperti sel darah putih yang lain. Sel NK terutama penting dalam mengatasi virus (seperti HIV) dan mencegah penyebaran sel tumor dalam tubuh.2e

Seperti sudah bisadiduga, kerusakan sel NK yang disebabkan alkohol menambah metastasis kanker (menyebabkankanker menyebar). Ini telah diperlihatkan melalui penelitian tikus.

Riset ini menimbulkanperhatian bahwa pada manusia hanya satu pesta minuman bisa secara dramatis meningkatkan kesempatan menyebarkan kanker yang sudah ada. Hasil dari riset ini ditunjukkan dalam Gambar 7.

5.Perhatikan bahwa dua kali banyaknya tumor baru terbentuk pada tikus dengan 0,15 persenkadar alkohol darah dibandingkan dengan bukan peminum. (Kadar alkohol darah ini agakmelebihi batas hukum bagi pengemudi kendaraan, pada manusia yang biasanya ditentukan pada 0,10).

Akan tetapi, tikus dengan kandungan alkohol darah 0, 25 persen mempunyai delapan kali lebih banyak tumor metastasis. Memperhitungkan hasil ini dari penelitian tikus kepada manusia tampaknya bisa benar karena kita mengetahui dari riset epidemiologi aktual bahwa alkohol secara nyata meningkatkan risiko kanker pada manusia.

Konsumsi berat akan alkohol meningkatkan risiko kanker mulut pada manusia, tenggorokan, esofagus, hati, payudara, dan rektum.31,32’33 Bahkan penggunaan alkohol moderat bisa meningkatkan risiko beberapa dari kanker ini. Sebagai contoh, dalam sebuah penelitian terhadap lebih dari 7.000 wanita, sedikitnya tiga kaliminum per minggu meningkatkan risiko kanker paladara.

Semakin banyak orang itu meminumnya, maka risikonya akan semakin besar. Konsumsi alkohol membawa risiko lebih besar dari pada bahan kimia minor dalam makanan.

Banyak ahli merasa bahwa efek berbahaya alkohol pada kanker manusia sangat diremehkan. Beberapa dokter bahkan telah mengangkat perhatian bahwa beberapa korban kanker yangmenderita karena perilaku mereka pada satu perayaan akhir pekan.

Ada banyak cara yang lebih baik merayakan daripada secara sengaja memperlemah sistem kekebalan, agar tidak mengatakan apa pun yang melemahkan pikiran. “Mari kita bersenang-senang malam ini,” merupakan pendekatan dari beberapa orang. Tetapi akibatnya bisa jadi bencana.