CMI lebih penting dari pada kekebalan humoral dalam pengendalian penyakit

Pada bentuk lepromatus, reaktivitas sel-T buruk dan daerah parakortikal kelenjar limfe sepi dari limfosit, meskipun di situ banyak terdapat sel-sel plasma yang membantu peningkatan kadar antibodi sirkulasi. Kekebalan nonspesifik terhadap bakteri fakultatif intraselular seperti yang diuraikan di atas, dapat diinduksi oleh reaksi hipersensitivitas perantaraan sel. Sebagai contoh, marmut yang sebelumnya dibuat peka dengan globulin sapi (BCG) dalam adiuvan lengkap Freund, akan kebal terhadap brusela yang diberikan pula pada saat yang sama dengan pemberian BCG. Binatang juga memperlihatkan kekebalan tidak spesifik kepada kuman-kuman seperti itu pada masa reaksi penolakan pada pencangkokan (bandingkan dengan hal. 260). Makrofaga, pada pelbagai cara mengobati penyakit kencing manis tingkat perkembangannya, mungkin berbeda dengan kemampuan membunuh kuman-kuman ini setelah proses penelanan.

rwtMungkin sel-sel yang masih muda dengan granula-granula hidrolitik, peka dan membantu pertumbuhan bakteri intraselular. Ini kelihatan seolah-olah selama reaksi CMI bila limfosit-T yang peka dirangsang kontak dengan antigen spesifik akan terlepas salah satu dari beberapa faktor yang berbentuk hrutan (? MAF – hal. 199) mungkin ini mendorong makrofaga-makrofaga mampu membunuh kuman-kuman yang telah ditelan. Jadi sifat spesifiknya terletak pada awal reaksi sel-T dengan antigennya; kekebalan nonspesifik bertambah oleh kemampuan baru makrofaga untuk membunuh setiap kuman yang difagositosa (Gambar 7.7). Makrofaga yang diambil dari binatang-binatang dalam keadaan reaksi penolakan tuan rumah terhadap pencangkokan menjadi sangat aktif bila diperiksa in vitro; makrofaga-makrofaga yang “marah” ini mempunyai tonjolan-tonjolan sitoplasma yang sangat aktif dan memperlihatkan pertumbuhan granula-granula inrraselular yang baik.

Perubahan-perubahan serupa juga terjadi pada makrofaga biasa yang dibiasakan dan diolah dengan limfokin yang didapat dengan cara mengeramkan sel-sel-T bersama-sama antigen, ini diharapkan bahwa pengolahan rnakrofaga itu akan membuar ia mampu mencerna listeria yang difagositosis atau kuman lain yang serupa. Ini sebagian mungkin disebabkan oleh pembentukan kapsul in aioo dan sebagian lagi karena pembentukan faktor-faktor seperti protein A yang dapat berikatan dengan bagian Fc IgG (kecuali subkelas IgG3) dan menghambat ikatan kepada reseptor Fc selpolimorf . S.aureus dapat difagositosis bila jumlah antibodi cukup banyak tetapi sebagian kecil kuman dalam sel ini tetap bertahan hidup dan mereka ini sukar dibasmi dengan sempurna.