Kandungan Telur Ayam

penetas telur

Air menyusun sekitar 45% dari kerabang telur. Isi telur mengandung sekitar 74%. Kandungan air pada albumen tinggi, bagian yang padat hampir seluruhnya protein dan sejumlah kecil karbohidrat. Sekitar separuh dari yolk berupa air, tetapi bagian yang padat tersusun dari sebagian besar lemak, protein, vitamin, dan mineral.

Umur induk mempengaruhi besar telur
Begitu umur ayam bertambah, ukuran telur, bobot kering, dan persentase yolk meningkat. Sebaliknya, persentase kerabang, albumen, dan albumen padat berkurang.

Perubahan kandungan telur
Komposisi telur agak konstan sepanjang tahun. Namun, mungkin terjadi sedikit perubahan kandungan energi, vitamin tertentu, dan mineral langka dengan berkurangnya pakan. Seperti melalui generisi, bagian tertentu kandungan telur dapat berkurang.

Umur induk mempengarui besar telur
Begitu umur ayam bertambah, ukuran telur. bobot kering, dan persentase yolk meningkat. Sebaliknya, persentase kerabang, albumen, dan albumen padat berkurang.

Perubahan kandungan telur
Komposisi telur agak konstan sepanjang tahun. Namun, mungkin terjadi sedikit perubahan kandungan energi, vitamin tertentu, dan mineral langka dengan berkurangnya pakan. Seperti melalui genetis, bagian tertentu kandungan telur dapat berkurang.

Komposisi telur ayam araucana
Pada bobot yang sama, telur araucana mengandung yolk 23% lebih banyak, 9% lebih sedikit albumen. 9% lebih sedikit membran kerabang, 10% lebih lebih banyak bahan kering telur utuh, dan 0,6% lebih sedikit air daripada telur white leghorn berdasarkan Robert Simons III dan Ralph Somes, Jr. (1992); Poultry Sci. 61,1777-1781.

Kandungan kolesterol telur

Kolesterol adalah alkohol kristal dengan rumus C12H45OH dan memiliki satu grup persenyawaan lipida (semacam lemak), dikenal sebagai sterol. Kolesterol disintesis di dalam tubuh ternak, ayam, dan manusia serta bersifat esensial bagi metabolisme seluler. Kolesterol tidak berkaitan dengan dunia sayuran. Kolesterol ditemukan dalam darah manusia. Pada level yang tinggi berkaitan dengan beberapa tipe penyakit pembuluh darah sebab kolesterol mengurangi ukuran pembuluh darah sehingga meningkatkan tekanan darah. Pada tahun 1974, Departcmen Pertanian mengumumkan bahwa telur yang besar (56,7 g) mengandung 274 mg kolesterol, jumlah yang tinggi, yang mengakibatkan telur sebagai suatu substansi berlemak yang berkaitan dengan penyakit jantung pada manusia.

Pada tahun 1987, beberapa produsen telur yang besar di Amerika Serikat mulai menjual telur dengan kandungan kolesterol kurang dari 210 mg. Kegiatan ini membangkitkan industri dan Departemen Pertanian Amerika Serikat. Suatu pengujian besar-besaran telah dilakukan pada tahun 1988 untuk menganalisis telur dengan sampel dari berbagai daerah di Amerika Serikat. Pengujian lainnya dilaksanakan pada telur-telur yang dikumpulkan pada musim semi 1989. Pengujian kuantitatif standar kolesterol mengguriHlc^n ^pnnifit-Tsi bagi ekstraksi dan kromatografi gas/kolom kapiler untuk ana-lisis. Hasilnya menunjukkan bahwa telur mengandung 22% kolesterol, lebih sedikit daripada yang telah diperkirakan.

penetas

Hasil penelitian Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) menunjukkan bahwa rata-rata sebutir telur besar mengandung 213 mg kolesterol. Telur yang sangat besar mengandung sekitar 230 mg, telur ukuran medium mengandung 180 mg atau 399 mg/100 g telur utuh, atau 1.280 mg/100 g kuning telur (yolk).

Lemak total pada telur ukuran standar ditemukan 5,1 g bukan 5,7 g. Komposisi asam lemak tidak menunjukkan perbedaan, bail: secara proporsional atau jumlah total. Rata-rata sebutir telur berukuran besar mengandung 1,61 g asam lemak jenuh; 2,17 g asam lemak jenuh tunggal dan 0,71 g asam lemak tidak jenuh majemuk.

penetas

BACA JUGA >> Tahapan Penetasan Menggunakan Mesin Penetas Telur