Kemampuan ini dapat dipulihkan dengan penyuntikan sel-sel sumsum tulang

Penyinaran dengan sinar-X pada mencit dewasa merusak kemampuan limfosit mencit untuk membelah dan dengan demikian merusak pula respons imunologik mencit tersebut. Namun sel-sel sumsum tulang gagal memulihkan mencit dewasa yang telah disinari sinar-X dan telah dibuang kelenjar timusnya; sebaliknya sel-sel limpa dan kelenjar getah bening dewasa adaiah efektif. Dengan demikian disimpulkan bahwa timus bekerja pada sel-sel primitif yang berasal dari sumsum tulang dan membuat sel-sel tersebut mampu secara imunologik.

Bursa Fabrisius

sumsumSebuah alat limfoid yang lain ditemukan pada ayam dan dinamakan Bursa Fabrisius. Alat ini sama dengan timus dan secara embriologik berasal dari epitel usus. Sama seperti timus yang rupanya bertindak sebagai alat limfoid sentral dan mengatur pemarangan limfosit, terutama yang mengatur kekebalan melalui sel, demikian pula Bursa Fabrisius mengatur pengembangan kemampuan obat herbal untuk penyakit diabetes basah imun sel-sel yang akan membentuk antibodi humoral.  Pembedaan fungsi ini dapat segera terlihat dari hasil-hasil percobaan yang tercatat pada Tabel 3:1: Timus atau bursa dibuang dari ayam yang baru menetas, kemudian ayam-ayam teriebut disinari sinar-X untuk menghilangkan limfcisit aktif yang telah mencapai jaringan perifer. Setelah beberapa minggu, ayam-ayam dites dan rernyata bahwa.yang kehilangan bursa sanagat terpengaruh pembentukan antibodi humoralnya tetapi tidak ada pengaruh terhadap reaksi-reaksi yangdiatur oleh sel-sel seperti kepekaa” terhadap tuberkulin dan penolakan pencangkokan. Sebaliknya, seperti pada mencit, timektomi sangar mengham
bat reaksi-reaksi yarg diatur oleh sel dan juga sedikit mempengaruhi produksi antibodi.

Dua Macam Limfosit: Sel-T dan Sel-B

Sel-sel limfoid primitif dari sumsum tulang rvpanyadapat dibedakan dalam dua macam limfosit:

(i)    Limfosit-T, dibentuk atau melalui salah pada timus dan mengatur kekebalan melalui

(ii)     Limfosit-B, tergantung pada bursa, dan pembentukan antibodi dalam sirkulasi satu cara tergantung sel berhubugngan dengan

Kedua macam limfosit ini dengan rangsangan antigen yang sesuai, akan bertambah banyak dan mengalami perubahan-perubahan morfologik (Gambar 3.6). Limfosit-B berkembang menjadi seri sel-sel plasma. Sel plasma dewasa (Gambar 3.7b) secara aktif membuat dan mengeluarkan antibodi dan memiliki retikulum endoplasmik yang berkembang baik dan berpermukaan kasar (Gambar 3.7f) suatu ciri khas bagi sel yang menghasilkan protein untuk “ekspor”.

Pencangkokan Pada Bagian Tubuh

Suatu homograf yang dapat bertahan terhadap serangan pertama yang hebat dari reaksi perantaraansel dapat menyebabkan timbulnya antibodi humoral di dalam tubuh tuan rumah terhadap antigen transplantasi pada permukaan pencangkokan. Hal ini dapat menyebabkan reaksi sitotoksik atau perlekatah sel-sel fagositik atau penyerangan tidak spesifik sel-sel-K (bandingkan dengan Gambar 6.2). Antibodi-antibodi humoral juga dapat menyebabkan perlekatan trombosit bila bergabung dengan anrigen-anrigen pada permukaan endotel pembuluh darah.

REAKSI OTOIMUN

ato imunPada penderita-penderita anemia hemolitik otoimun dihasilkan oto-antibodi terhadap sel-sel darah merahnya sendiri. Sel-sel darah merah yang terbungkus antibodi ini mempunyai paruh waktu yang pendek terutama dikarenakan perlekatannya dengan sel-sel fagositik. Serum penderita tiroiditis Hashimoto mengandung antibodi-antibodi yang dengan adanya komplemen akan menyebabkan reaksi sitotoktik terhadap sel-sel tiroid yang diisolasi pada perbenihan. Pada sindroma Goodpasture terdapat antibodi-antibodi terhadap membrana basalis glomerulus ginjal. Hasil-hasil pemeriksaan biopsi menunjukkan bahwa antibodi-antibodi obat sakit diabetes melitus ini bersama-sama dengan unsur-unsur komplemen terikat pada membrana basalis, di mana kerja seluruh sistem komplemen itu menyebabkan kerusakan yang berat .

REAKSI KARENA OBAT

Sangat kompleks. Obat-obatan dapat berikatan dengan unsur-unsur tubuh dan mengalami perubahan dari satu hapten menjadi anrigen lengkap yang akanmenyebabkan orang-orang terrentu menjadi peka (kita tidak tahu siapa). Bila antibodi IgE terbentuk, reaksi anafilaksis dapat terjadi. Pada beberapa keadaan, terurama pemakaian salep lokal, reaksi hipersensitivitas perantaraan sel mudah rerangsang. Pada keadaan lain, ikatan dengan protein serum mungkin juga menimbulkan reaksi tipe III hipersensitivitas karena pembentukan kompleks-kompleks. Dari keadaan di atas dapat disimpulkan bahwa obat tampaknya membentuk suatu kompleks antigenik dengan permukaan suatu elemen yang ada pada darah, dan, merangsang pembentukan antibodi yang bersifat sitotoksik bagi kompleks obat-sel itu.

Bila obat dihentikan, kepekaan itu akan hilang tidak lama kemudian. Sebagai contoh mekanisme ini telah ditemukan pada anemia hemolitik yang kadang-kadang dihubungkan dengan pemakaian terus-menerus klorpromazin atau fenasetin, pada agranulosito.sis yang dihubungkan dengan pemakaian amidopirin atau quinidin dan pada keadaan klasrkparpura trombositopeni yang mungkin disebabkan oleh sedormid, serum segar, yang diambil dari penderita dapat melisiskan trombosit, sedang tanpa sedormid hal ini tidak akan terjadi; pemanasan serum sebelumnya pada suhu 56 derajat Celcius selama 30 menit akan menjadikan komplemen ddak aktif dan menghilangkan efek tersebut.

LG-A Yang Di Bentuk Secara Lokal Oleh Sel-Sel Plasma

Imunoglobulin A

im aImunoglobulin ini terutama terdapat dalam serum sebagai monomer 7S tetapi cenderung membentuk polimer secara spontan melalui asosiasi dengan polipeptida kaya-sistein yang dinamakan rantai-J dengan berai molekul 15.OOO. IgA terdapat secara selektif d*lam sekresi selaput lendir-darah seperti air liur, air mata, cairan hidung, keringat, kolostrum, dan sekresi paru-Paru serta saluran Pencernaan. Pada iekreta ini IgA berfungsi sebagai pengobatan tradisional luka diabetes yang menjadi pelindung permukaan tubuh terhadap serangan jasad renik. IgA terdapat dalam cairan-cairan ini terutama, sebagai dimer yang tahan proteolisa karena berkombinasi dengan protein lain – komponen sekreta yang dibuat oleh sel epitel lokal dan memiliki rantai peptida tunggal dengan berat molekul 60.000. Bila dimerisasi terjadi secara acak (random) setelah disekfesi, akan terbentuk dimer dengan spesifisitas gabungan yang Penggabungannya dengan antigen tidak seefektif dimer dengan spesifisitas tunggal yang valensinya lebih tinggi.

Antibodi IgA bekerja dengri” dengan menghalangi perlekatan jasad renik pada permukaan sel selaput lendir karena jasad renik ini terbungkus oleh IgA, sehingga dicegah masuk ke dalam jaringan tubuh. IgA yang terk umpul akan melekat pada sel-sel polimorf dan dapat pula mengaktifkan alternatiflain (hlm. 160) yang berbeda dari jalan komplemen klasik sehingga mungkin dapat menerangkan adanya laporan-laporan tentang sinergisma ?ntar-a-IgA, komplemen, dan lisozim dalam mematikan jasad-jasad koliform tertentu. Imunoglobulin M sering dinamakan antibodi makroglobulin karena berat molekulnya yang tinggi. Molekul IgM merupakan polimer dari lima srrbsairran dari- 4-peptida, dengan tiap subsatuan mengandung sebuah daerah Ch ekstra. Sama seperti pada IgA, polimerisasi subsatuan tergantung pada adanya rantai-J dan struktur IgM .seperti yang dibayangkan oleh Hilschman; tergambar pada Gambar 2.16a.

Dengan cara pewarnaan negatif pada mikroskop elektron, molekul bebas akan berbentuk “bintang”, tetapi bila digabungkan sebagai suatu antibodi dengan sebuah selaput permukaan Jntigenik, mrka akan timbul bentuk yang “menyerupai kepiting” (bambar 2.16b dan c). Secara teoritis valensi penggabutrg tentunya adalah 10, tetapi hal ini hanya terlihat pada interaksi dengan hapten kecil Dengan antigen yanglebih besar, valensi efektif akan meniadi 5 dan hal ini harus dihubungkan dengan suatu bentuk hambatan pada susunan atom pada molekul.

KEKEBALAN DIDAPAT SECARA PASIF

Perlindungan sementara terhadap infeksi dapat diperoleh dengan pemberian antibodi yang berasal dari individu lain dengan spesies yang sama atau berbeda. Sebagai antibodi-antibodi yang didapat, ia akan digunakan dalam reaksi dengan antigen atau mengalami katabolisme sebagaimana biasa, lama kelamaan perlindungan ini hilang. Cacing dewasa hidup menetap di dalam pembuluh-pembuluh mesentrik tuan rumah walaupun kenyataan yang diketahui mengatakan bahwa darah yang direndam dalam cairan yang mengandung antibodi dapat mencegah infeksi kedua. Smither dan Terry menunjukkan bahwa parasit-parasit itu membuat diri sendiri menjadi kebal terhadap prosesproses imun tersebut dengan penyamaran memakai selubung antigen-antigen tuan rumah, baik dengan memperoleh secara langsung arau dengan membuatnya sendiri sibagai bentuk. “mimicry” antigenik.
fly
Antibodi homolog

Matemal. Pada bulan-bulan pertama kehidupan, pada mana bayi secara perlahan-lahan mulai memperlihaqkan kerja sistem limfoidnya, proteksi diperoleh dari antibodi yang berasal dari ibu. Antibodi-antibodi ini diperoleh melalui plasenta atau dari hasil penyerapan usus terhadap imunoglobulin-imunoglobulin kolostral. y-globulin. Pengolahan hasil pengumpulan y-globulin orang dewasa dapat dipergunakan untuk mempercepat penyembuhan penyakit campak, biasanya pada individu-individu dengan defisiensi reaksi kebal seperti bayi-bayi premarur, anak-anak dengan imunodefisiensi primer, atau penderita-penderita yarlg mendapat pengobatan steroid. Kontak dengan penderita hepatitis infeksiosa din cacar boleh juga diberikan proteksi dengan menggunakan y-globulin, terutama bila kasus terakhir itu diperoleh melalui serum pada vaksinasi yang dilakukan beberapa minggu sebelumnya. Apabila kontrol terhadap infeksi kurang cukup, kelainan-kelainan yang berat mungkin pada tuan rumah yang telah kebal sebagai akibat reaksi hipersensitivitas
lambat tipe IV. Oleh karena itu, stafilokokus-stafilokokus yang ditemukan menjadi  avirulen, bila disuntikkan pada tikus akan memberi kekebalan pasif dengan antibodi, tetapi menyebabkan kerusakan jaringan yang luas pada binatang-binatang yang sebelumnya mendapat sel-sel-T yang peka (Glynn).

Imunoglobulin antitetanus manusia lebih disukai daripada antitoksin yang berasal dari kuda, yang,dapat menyebabkan reaksi-reaksi serum. Preparat-preparat y- globul in hasil isolasi, cenderung membentuk gumpalan-gumpalan kecil secara spontan dan ini dapat menyebabkan reaksi anafilaksis berat bila digunakan secara intravena karena kemampuan menggumpalkan trombosit dan mengaktifkan komplemen serta pembentukan anafilatoksin C3a dan C5a Karena alasan tersebut, bahan itu selalu disuntikkan secara intramuskuler. Preparat yang bebas gumpalan akan diterima dengan baik sebagai kelompok terpisah yang dikehendaki mempunyai titer antibodi tinggi untuk penentuan jasad renik seperti vaccinia, herpes zoster, tetanus, dan mungkin rubella.

CMI lebih penting dari pada kekebalan humoral dalam pengendalian penyakit

Pada bentuk lepromatus, reaktivitas sel-T buruk dan daerah parakortikal kelenjar limfe sepi dari limfosit, meskipun di situ banyak terdapat sel-sel plasma yang membantu peningkatan kadar antibodi sirkulasi. Kekebalan nonspesifik terhadap bakteri fakultatif intraselular seperti yang diuraikan di atas, dapat diinduksi oleh reaksi hipersensitivitas perantaraan sel. Sebagai contoh, marmut yang sebelumnya dibuat peka dengan globulin sapi (BCG) dalam adiuvan lengkap Freund, akan kebal terhadap brusela yang diberikan pula pada saat yang sama dengan pemberian BCG. Binatang juga memperlihatkan kekebalan tidak spesifik kepada kuman-kuman seperti itu pada masa reaksi penolakan pada pencangkokan (bandingkan dengan hal. 260). Makrofaga, pada pelbagai cara mengobati penyakit kencing manis tingkat perkembangannya, mungkin berbeda dengan kemampuan membunuh kuman-kuman ini setelah proses penelanan.

rwtMungkin sel-sel yang masih muda dengan granula-granula hidrolitik, peka dan membantu pertumbuhan bakteri intraselular. Ini kelihatan seolah-olah selama reaksi CMI bila limfosit-T yang peka dirangsang kontak dengan antigen spesifik akan terlepas salah satu dari beberapa faktor yang berbentuk hrutan (? MAF – hal. 199) mungkin ini mendorong makrofaga-makrofaga mampu membunuh kuman-kuman yang telah ditelan. Jadi sifat spesifiknya terletak pada awal reaksi sel-T dengan antigennya; kekebalan nonspesifik bertambah oleh kemampuan baru makrofaga untuk membunuh setiap kuman yang difagositosa (Gambar 7.7). Makrofaga yang diambil dari binatang-binatang dalam keadaan reaksi penolakan tuan rumah terhadap pencangkokan menjadi sangat aktif bila diperiksa in vitro; makrofaga-makrofaga yang “marah” ini mempunyai tonjolan-tonjolan sitoplasma yang sangat aktif dan memperlihatkan pertumbuhan granula-granula inrraselular yang baik.

Perubahan-perubahan serupa juga terjadi pada makrofaga biasa yang dibiasakan dan diolah dengan limfokin yang didapat dengan cara mengeramkan sel-sel-T bersama-sama antigen, ini diharapkan bahwa pengolahan rnakrofaga itu akan membuar ia mampu mencerna listeria yang difagositosis atau kuman lain yang serupa. Ini sebagian mungkin disebabkan oleh pembentukan kapsul in aioo dan sebagian lagi karena pembentukan faktor-faktor seperti protein A yang dapat berikatan dengan bagian Fc IgG (kecuali subkelas IgG3) dan menghambat ikatan kepada reseptor Fc selpolimorf . S.aureus dapat difagositosis bila jumlah antibodi cukup banyak tetapi sebagian kecil kuman dalam sel ini tetap bertahan hidup dan mereka ini sukar dibasmi dengan sempurna.

Anamnesa hernia nukleus pulposus pada umumnya

Pinggang bagian bawah seringkali pegal dan waktu mengangkat sesuatu yang agak berat bangkitlah nyeri yang makin lama makin hebat. Batuk dan bersin menimbulkan nyeri yang menjdlar mulai dari daerah gluteus sampai ke daerah lateral kaki. Apabila nyerinya menghilang terasalah kesemutan pada daerah lateral kaki. Anamnesa fraktur kolum femoris kiranya tidak memerlukan penjelasan lebih lanjut.

Data yang dihasilkan dengan lalan inspeksi dan palpasi daerah tulang belakang, sakrum dan sendi panggul adalah seperti berikut. Sebagai telah diterangkan terlebih dahulu, penderita artritis sendi panggul pada tahap dini mengambil sikap di mana tungkai atas agak diaduksikan dan panggul yang sakit agak terangkat apabila ia tidur telentang. Pada hernia nukleus pulposus, inspeksi tulang belakang akan menunjukkan bahwa lordosis daerah lumbal menjadi datar atau disertai oleh skoliosis.

Pada fibrositis m. sakrospinalis bisa ditemukan nyeri-tekan pada sendi sakroiliaka, sedangkan pada hernia nukleus pulposus nyeri-tekan terdapat pada tulang punggung sekitar L 4 dan L 5, pada koksitis nyeri-tekan terasa di daerah sekitar sendi panggul. Pemeriksaan pergerakan pasif dengan jalan mengangkat tungkai dalam sikap lurus dikenal sebagai tindakan Lasegue. Dalam hal itu pasien tidur telentang dan sipemeriksa mengangkat tungkai pasien dalam posisi lurus.Tekniknya ialah sebagai terlukis pada gambar 35. pada orang yang sehat tungkai dapat diangkat sampai g0 derajat tanpa menimbulkan nyeri yang berarti.

Pada HNP dan juga pada koksitis, fraktur kolum femoris serta fibrositis m. sakrospinalis, tindakan Lasegue membangkitkan nyeri sebelum sudut 90 derajat tercapai. Tindakan Lasegue ini adalah suatu test provokasi untuk serabut2 saraf yang menyusun n. iskhiadikus. Pada pengangkatan tungkai dalam posisi lurus n. iskhiadikus akan teregang. Apabila nervus tersebut tidak terganggu, maka regangan itu tidak merupakan suatu rangsang yang berarti. Akan tetapi pada keadaan dimana n. iskhiadikus terganggu, penarikan sedikit saja sudah. cukup untuk merangsang dan menimbulkan nyeri. Pada HNP tindakan Lasegue sudah menimbulkan nyeri, bila tungkai diangkat setinggi 30 derajt-60 derajat (sudut yang dibuat oleh tungkai dan landasan). Nyeri akan timbul di daerah distribusi n. iskhiadikus.Cari tahu informasi seputar terapi diabetes melitus yang direkomendasikan dokter ahli kesehatan dunia hanya di sni.

Pada periartritis humeroskapularis gerakan pasif di sendi bahu dibatasi oleh nyeri sekitar olekranonkorakoid atau tuberositas humeri

Apabila kondisi demikian tidak diperbaiki dengan cepat terjadi “bahu yang macet”  atau “frozen shoulder” yang berarti bahwa pergerakan pada sendi bahu menjadi sangat terbatas sehingga pasien tidak dapat menyisir rambutnya, tidak dapat memasukkan tangan ke dalam saku celananya, tidak dapat mengancingkan bajunya dan sebagainya.

Oleh karena atrofi otot terjadi sangat cepat pada proses artritis dan periartritis  maka tidaklah jarang pula bahwa kelemahan otot menjadi keluhan utama yang mendorong pasien pergi ke dokter. Pergerakan pronasi lengan bawah yang terbatas oleh karena nyeri, seringkali menjadi keluhan ibu2 rumah tangga yang ditinggalkan tukang cucinya’dan terpaksa mencuci pakaian sendiri, seperti halnya pada masa lebaran.

Pada penekanan daerah sekitar epikondilus eksterna terasa nyeri. Nyeri ini bersangkutan dengan suatu lesi pada kaput profundus pronator radii atau ligamentum orbikularis yang teriadi waktu memeras pakaian (a la lndonesia) atau waktu main tennis. Oleh karena itulah sindroma nyeri pada siku dinamakan “tennis arm” atau “tennis elbow”.

Pergerakan pada sendi panggul menimbulkan nyeri apabila ada peradangan pada sendi, atau .!ika ada fraktur kolum femoris, juga jikalau ada proses periartritis sendi panggul, fibrositis m. sakrospinalis dan apabila ada hernia nukleus pulposus. Nyeri spontan atau nyeri yang timbul akibat pergerakan pada berbagai proses tersebut di atas seringkaliterasa di tempat yang sama, ialah di sekitar sendi panggul yang dapat menjalar ke paha atau bagian belakang tungkai, mulai dari lipatan gluteus sampai tumit.

Jikalau nyeri spontan tidak ada, maka nyeri dapat dibangkitkan dengan ialan menggerakkan tungkai pasien pada sendi panggulnya. Dengan metoda2 pemeriksaan umum dapat dibuat diferensiasi yang cukup bermanfaat. Anamnesa fibrositis, “sprain” atau “tergelincir” adalah sebagai berikut: (a) “waktu mengandung 7 bulan sudah terasa nyeri di daerah bokong dan setelah melahirkan anak nyeri itu meniadi sangat hebat, sehingga tidak dapat bergerak sama sekali oleh karena pergerakan badan sedikit saia sudah membangkitkan nyeri”. (b) “waktu mau naik mobil, se-konyong2 penderita memutai badannya oleh karena ter-buru2 mau keluar lagi untuk mengambil sesuatu yang tertinggal. Pada saat itu nyeri terasa di bagian belakang bawah.” Baca informasi lengkap seputar jenis obat diabetes yang aman dan efektif untuk di konsumsi hanya di sini.

Konsistensi kelenjar yang membesar bisa memberikan informasi tertentu

Konsistensi yang keras seperti batu adalah sugestif untuk karsinoma. Sedangkan yang keras-sedang adalah umum pada proses tuberkulosa atau infeksi menahun dan infiltrasi retikulosis atau leukemia. Proses infeksi akut dan menahun-juga terhitung proses tuberkulosa* menimbulkan penggumpalan kelenjar2.

Apabila kelenjar limfa menladi sarang proses karsinoma maka kelenjar2 bisa juga saling bergumpal satu dengan yang lain, lagi pula gumpalan itu melekat pada jaringan di bawah dan sekitarnya. Pembesaran kelenjar2 yang tidak saling bergumpal, berarti bahwa tiap kelenjar masih tetap tinggal tersendiri. Hal ini adalah sugestif untuk leukemia atau retikulosis.

Jikalau palpasi pada kelenjar menimbulkan rasa nyeri. maka gejala itu menandakan bahwa suatu proses infeksi banal sedang menyerang kelenjar tersebut. Kelenjar yang membesar dan tidak menunjukkan nyeri-tekan adalah khas untuk proses tuberkulosa atau karsinoma.

Bentuk saraf perifir

Palpasi berkas saraf ulnaris, radialis, dan peroneus perlu dilakukan pada tiap orang yang mengeluh perasa protopatiknya terganggu atau jikalau ada paresis pada otot2 lengan dan tungkai atau kontraktur jari2. Pada penyakit Hansen dan neuritis interstitialis, saraf2 perifer menjadi tebal. Pada penyakit tersebut terakhir tidak didapati makula anestetika yang merupakan gejala khas untuk lepra.

Berkas saraf ulnaris mudah diraba di beiakang kondilus medalis os humerus, berkas saraf radialis dapat diraba di bagian medial lengan atas, di bawah otot biseps dan berkas saraf peroneus di sebelah medial kaput os fibula.

  • MENGUJI PERGERAKAN DAN KEKUATAN OTOT

Tiap pasien yang datang kepada dokter dengan keluhan bahwa anggota geraknya lemah atau lumpuh harus diperiksa secara sistematik Untuk praktisnya dapat diberikan satu ringkasan dari mekanisma gangguan pergera(- an. Pergerakan lengan dan tungkai dapat terganggu oleh karena (a) adanya nyeri yang membatasi pergerakan, (b) adanya kelemahan otot primer dan (c) adanya gangguan pada sistema neuromuskulus. Oleh karena itu untuk mengujipergerakan dan kekuatan otot.si pemeriksa harus bertindak sebagai berikut. Pertama, pasien diminta menggerakkan anggota geraknya (gerakan aktif).

Waktu pasien melaksanakan perintah itu, pemeriksa harus meneliti apakah ada faktor nyeri yang membatasi pergerakan aktif itu. Jikalau demikian halnya, maka kemudian si pemeriksa menggerakkan anggota gerak pasien (pergerakan pasif). Cara melaksanakan pergerakan pasif ini terlukis di gambar 34 a dan 34 b.

Bagaimana Diabetes Tipe 2 Itu?

Diabetes tipe 2 adalah jenis diabetes yang identik dengan gaya hidup. Gaya hidup yang buruk, sering disebut-sebut sebagai penyebab utama dari diabetes tipe 2 ini. Walaupun, faktor lain seperti genetik juga dikatakan punya pengaruh signifikan.

Siapa saja yang bisa menderita diabetes tipe 2

Penderita diabetes tipe 2 didominasi dengan golongan usia 40 tahun ke atas. Namun demikian, penderita yang masih berumur 20 tahunan juga tidak menutup kemungkinan.

Bagaimana diabetes tipe 2 terjadi?

Pada diabetes tipe 2, insulin yang dihasilkan oleh pankreas mempunyai jumlah yang sama dengan orang-orang normal. Hanya saja, terdapat masalah yang disebut insulin resistance. Keadaan ini terjadi dimana sel-sel tubuh tidak peka terhadap insulin sehingga tidak mampu menerima gula yang dibawa oleh insulin.

Ketidak pekaan insulin ini biasanya terjadi karena reseptor insulin tertutup oleh jaringan lemak. Itulah mengapa, penderita diabetes tipe 2 rata-rata mempunyai tubuh yang gemuk dan mempunyai persentase lemak lebih tinggi dalam tubuhnya. Selain itu, diabetes tipe 2 dipengaruhi oleh ketidak seimbangan hormon.

Apakah diabetes tipe 2 membutuhkan suntikan insulin?

Pada awalnya, penderita diabetes tipe 2 tidak membutuhkan bantuan insulin yang disuntikan. Namun, seiring dengan perkembangan penyakit dan tidak terkontrolnya gula darah, menyebabkan pankreas rusak. Kerusakan pankreas ini akan menimbulkan akibat terhentinya pasokan insulin. Pasokan insulin untuk tubuh dari pankreas bisa berkurang jumlahnya atau bahkan terhenti sama sekali.

Ketika kerusakan pankreas sudah terjadi sedemikian parah sehingga produksi insulin berheti, maka pasien harus mendapatkan suntikan insulin. Insulin tubuh digantikan dengan insulin yang disuntikan pada waktu-waktu tertentu.

Bagaimana diabetes gestasional itu?

Tipe diabetes ini mungkin tidak sepopuler tipe 1 dan 2. Namun, tipe ini juga membutuhkan penanganan yang sama seriusnya dengan diabetes tipe 1 dan 2. Diabetes gestasional merupakan tipe diabetes yang hanya terjadi pada ibu hamil, setelah sang ibu melahirkan, maka kadar gula kembali normal, info lebih lanjut http://obatpenyakitdiabetes.org/adakah-cara-mengobati-penyakit-kencing-manis/

Apa penyebab terjadinya diabetes gestasional?

Secara pasti dan terperinci, para ahli belum mampu menjawab penyebab terjadinya diabetes gestasional ini. Namun, beberapa pakar mencoba menafsirkan tentang penyebabnya.

Menurut penafsiran beberapa pakar, penyebab utama meningkatnya kadar gula darah adalah ketika hormon insulin menjadi resisten. Hal ini disebabkan oleh hormon yang dikirimkan melalui plasenta untuk kehidupan janin. Ketika insulin terganggu, otomatis gula darah akan meningkat.

Kualitas tidur sebenarnya berkaitan dengan seluruh program NEWSTART

tunesEnam puluh tahun silam, tidur dianggap proses statis dari istirahat, namun kualitas tidur bisa berbeda secara radikal walaupun tampaknya dua orang menghabiskan waktu yang sama di pembaringan. Bagaimanakah Anda bisa meningkatkan kualitas tidur? Gambar 19 menampilkan beberapa dari langkah dasar. Meskipun istirahat harian merupakan aspek kesehatan yang penting, kita juga cenderung tidak beristirahat dengan baik bila tidak mengikuti aspek gaya hidup sehat lainnya. Barangkali lebih ielas terlihat pada riset yang berkaitan dengan tidur dan proses penuaan. Kebanyakan tidak mempertanyakan “fakta” bahwa kualitas tidur memburuk seiring semakin tuanya seseorang. Namun, riset baru dari Stanford University Medical School dan pusat-pusat lain mempertanyakan asumsi ini. Apa yang diperlihatkan oleh data yang lebih baru ini adalah bahwa orang yang menjaga kesehatan dan mengikuti gaya hidup sehat kemungkinan tidak mengalami perubahan terapi alami untuk mengatasi penyakit diabetes dalam kualitas tidur ketika semakin tua.

Vitamin R2: Istirahat Mingguan

Di Amerika, tidak jarang bagi orang-orang menjalani tujuh hari kerja dalam satu minggu. Banyak yang melakukan ini berulangkali dan tampaknya tidak menderita untuk itu. Akan tetapi, bukti medis menunjukkan kemungkinan adanya konsekuensi jangka pendek maupun jangka panjang untuk kebiasaan semacam itu. Sama halnya dengan tubuh mempunyai jam tubuh harian alami (circadian rhythm), ia juga mempunyai jam tubuh mingguan (circaseptan rhythm). Circaseptan rhythm yaitu: irama tubuh yang berjalan sekitar tujuh hari panjangnya.

Riset medis telah memperlihatkan irama seperti itu dalam hubungannya dengan berbagai fungsi fisiologi. Beberapa yang sudah dikenali termasuk denyut iantung, bunuh diri (suicide), hormon alami dalam susu payudara manusia, pembengkakan setelah pembedahan, dan penolakan organ transplantasi. Untuk memahami pentingnya irama ini, pertimbangkan dua hal terakhir dalam daftar tersebut. Seseorang akan cenderung mendapat peningkatan pembengkakan pada hari ketujuh dan kemudian hari keempat belas setelah pembedahan. Sama halnya, seseorang dengan transplantasi ginjal lebih besar kemungkinan menolak organ tujuh hari dan kemudian empat belas hari setelah pembedahan. Riset pada ritme circaseptan terus berlanjut dan hubungan baru terus-menerus ditemukan.

1 2 3 4 5 6