Rata-rata orang di negara miskin memakan kurang dari dua puluh pon daging tiap tahun

Rata-rata konsumsi daging dan ayam di Amerika Serikat, Australia dan Argentina kini telah hampir mencapai 250 pon (berat mati) per tahun per kapita. Di Perancis, Jerman Barat dan Kanada kini konsumsi mencapai 200 pon per orang per tahun, sementara bangsa-bangsa Eropa lainnya mengkonsumsi obat herbal penyakit diabetes kering lebih sedikit akan tetapi umumnya juga meningkat. Orang Jepang tertinggal jauh di belakang negara-negara kaya lainnya dalam konsumsi daging, tetapi konsumsi per kapita empatpuluh empat pon di tahun 1974 menunjukkan lonjakan 428 persen yang sangat menyolok di atas tingkat konsumsi tahun 1961.

daging-ilustrasi-_120918091622-339Walaupun penggunaan biji-bijian keseluruhan di negara-negara maju telah meningkat jauh selama puluhan tahun terakhir, menu mewah yang kaya lemak tak banyak mengandung bijibijian. Konsumsi biji-bijian yang berkisar hingga 1600 pon per kapita ini rata-rata dua hingga lima kali lipat daripada di negara-negara miskin. Tapi sebagian besar dari jumlah itu dikonsumsi secara tak langsung sebagai daging hewan pemakan biji-bijian. Dengan demikian, manfaat-manfaat yang mungkin diperoleh dari bijibijian diberikan kepada hewan itu bahkan lebih baik lagi, jika kita memperkaya menu dengan lemak. Popularitas daging sapi “istimewa”, jenis yang sangat padat untuk mana para konsumen membayar harga yang istimewa sungguh-sungguh membuktikan adanya perubahan ini.

Daging sapi istimewa adalah daging ternak yang dipelihara di tempat-tempat pemeliharaan di mana sekitar sepuluh pon biji-bijian dikonsumsi untuk tiap pon daging yang ditambahkan selama itu. Oleh karena.daging dari sapi yang diberi makanan biji-bijian mengandung lebih banyak lemak dibanding dengan sapi peternakan, orang pun membayar ekstra untuk produk yang, pada tingkat-tingkat konsumsi yang ada sekarang di banyak negara, lebih cenderung mengancam kesejahteraan mereka dibanding dengan daging tidak begitu berlemak. Bahkan biji-bijian yang masih terpakai dalam menu mewah tak lagi banyak seratnya. Gandum biasanya diolah menjadi tepung putih yang halus. Buah-buahan dan sayuran mentah atau yang dimasak setengah matang, yang juga mengandung serat, semakin banyak disisihkan karena adanya makanan-makanan kaleng atau makanan-makanan yang sudah diawetkan yang ada kalanya dimasak terlalu matang.

Para korban dari acuan ekonomi modern menghadapi hidup dengan tubuh dan jiwa yang kerdil

Penelitian klinik mengungkapkan bahwa nutrisi rendah yang berarti atau yang tak begitu dramatis menyerang sebanyak separoh hingga dua-pertiga anik-anak di negara-negara miskin. a Bahkan jika nutrisi rendah tidak mengakibatkan kematian secara langsung, ia meningkatkan kemungkinan kematian karena sebab-sebab lain. Sekurang-kurangnya, ia merusak kesehatan dan merenggut hak untuk hidup sebagaimana mestinya Di samping kekurangan energi dan protein, masalah nutrisi rendah meliputi berbagai kekurangan obat alami kencing manis vitamin dan mineral tertentu yang biasanya berlangsung sejalan dengan kekurangan makanan.

proteinSejauh ini yang paling meluas di antaranya adalah anemia, yakni suatu keadaan yang biasanya diakibatkan oleh kurangnya zat besi atau vitamin-vitamin lainnya atau karena hilangnya zat besi akibat parasit darah seperti cacing tambang. Anemia yang tersebar di tiap negara menyerang b sampai lb pria dan kaum wanita serta anak-anak dalam jumtah yang lebih banyak. Anemia menguras energi yang kita butuhkan untuk bekerja dan meningkatkan kepekaan dalam berhadapan dengan penyakit. Ia juga memperbesar kemungkinan seorang wanita meninggal di saat ia melahirkan. Kekurangan vitamin A merupakan penyebab utama dari kebutaan anak-anak di negara-negara berkembang.

Xerophthalmia (secara harfiah, “mata kering”) adalah istilah yang umum dipakai untuk penyakit mata yang disebabkan oleh kekurangan vitamin A, penyakit yang berkisar dari ketakmampuan melihat dalam cuaca yang temaram hingga ke kebutaan sepenuhnya. Sepersepuluh dari anak-anak India diberitakan menderita “buta malam”, dan antara 20.000 hingga 100.000 anak-anak di seluruh dunia kehilangan penglihatan setiap tahun karena kekurangan vitamin tersebut. Sejumlah perbandingan geografis sehubungan dengan skala nutrisi rendah dalam hal protein dan kalori tentu saja tidaklah tepat; kualitas dan jenis informasi yang ada berbeda dari satu negara ke negara lain.

Meskipun demikian, data-data yang tersedia menunjukkan bahwa sebagian besar penderita nutrisi rendah di dunia berada di Asia. Negara-negara yang berpenduduk padat dan sangat miskin di anak-benua India – India, Pakistan, dan Bangladesh – yang paling terpukul. Di sana, lebih banyak orang yang hidup dalam kemelaratan dan kekurangan tanah dibanding dengan kawasan-kawasan luas lainnya, dan banyak diantaranya yang terpaksa terkena bencana nutrisi jika panen gagal tiap beberapa tahun sekali.

Antigen yang tergantung pada timus dapat menghentikan aktivitas sel-sel-B

Dengan berkombinasi dengan reseptor-reseptor permukaan bila tidak ada tanda penggerak sel-T. Telah dibicarakan’peranan sel-T penekan dalam mengatur respons imun dan dalam banyak hal telah menjadi jelas bahwa sel-sel ini mungkin menjadi perantara aktif dari ketiadaan respons pada sel-sel-T dan-B. Antigen bersifat lebih mampu menimbulkan toleransi (tolerogenik) bila terdapat dalam keadaan larut daripada dalam keadaan bergumpal atau padatsehingga mudah ditangkap makrofaga. Hal ini memberikan kesan bahwa cara mengobati penyakit diabetes dengan obat tradisional molekul-molekul lersebut mula-mula diproses makrofaga dulu sebelum diserahkan kepada limfosit.

BERAKHIRNYA TOLERANSI

apcs

Harus diingat bahwa suatu pencangkokan kulit CBA akan bertahan pada seekor binatang jenis A bila telah dibuat toleran dengan sel-sel CBA pada waktu binatang rersebut baru lahir. Penyuntikan sel-sel limfoid dari binatang jenis A yang dewasa dan normal pada binatang-binatang ini akan menyebabkan timbulnya penolakan cangkokan CBA; sel-sel yang disuntikkan itu mengenal kulit CBA sebagai benda asing karena sel-sel tersebut berasal dari mencit yang sebelumnya, pada waktu baru lahir, belum pernah dibiasakan uirtuk menerima antigen CBA sebagai antigen sendiri.

Berdasarkan penemuan-penemuan ini, Gowans menunjukkan bahwa limfosit kecil yang diperoleh dari duktus torasikus seekor binatang normal akan menghilangkan keadaan toleran dan menimbulkan penolakan pencangkokan, tetapi lebih meyakinkan lpgi ialah bahwa limfositlimfosit kecil dari donor yang toleran tidak dapat menimbulkan reaksi penolakan. Dalam keadaan di mana kegagalan respons terjadi karena aktivitas sel-T penekan, patur dicatat bahwa pemindahan demikian dari binatang normal tidak akan meniadakan toleransi. Pada percobaan-percobaan Medawar, keadaan toleran dapat bertahan lama karena sel-sel limfoid CBA hidup yang disuntikkan pada waktu baru lahir terus membelah dan tetap berada dalam badan.

Hal demikian tidak dapat terjadi pada antigen mati seperri BSA dan sebenarnya toleransi terhadap BSA yang disuntikkan pada waktu baru lahir lambat laun akan lenyap. Salah satu keterangan menyatakan bahwa sel-sel imunokompeten baru selalu terbentuk selama hidup dan dalam hal tidak ada andgen maka sel-sel tersebut tidak menjadi toleran. Karena pengerahan limfosit-limfosit-T baru yang kompeten akan berkurang secara menyolok dengan pembuangan timus, maka menarik untuk diperhatikan bahwa keadaan toleran lebih lama bila binatang tersebut ditimektomi.

Antibodi pada binatang yang telah disiapkan secara imunologik

antTerdapat pada permukaan makrofaga dendritik di dalam pusar-pusar germinal limfoid dan mengikat an-tigen dengan efisien (Nossal). Dan tempat inilah dianggap seiagai lokasi yang sangar mengrrnrungkan untuk merangsang timbulnya suatu respons kedua. Antigen yang diikat makrofaga bebas, sebagian akan diuraikan dan sebagian lain diikat makrofaga bebas, sebagian  sel di mana antigen tersebut diperkirakan akan berada dalam keadaan imunogenik yang kuat. Penemuan Askonas dan Rhodes bahwa ARN (Asam Ribo Nukleaq yang berasal dari makrofaga ini masih mengandung fragmen-fragmen antigen dan bersifat sangat imunoge nik (antigen super) memberikan kesan bahwa konsentrasi bukan  satu-satunya mekanisme untuk merangsang dan bahwa ada hasil makrofaga (? ARN), yang tidak ada hubungan dengan kekhususan antigen, yang merupakan pemberi randa tambahan untuk aktivasi limfosit. Harus diperhatikan pula kemungkinan peranan Ig dan c3 yang ada hubungannya dengan antigen dalam kompleks-kiompleks imun karena adanyareseptor-reseptor Fc dan c3 pada kedua tipe sel.

KERJA SAMA ANTARA SEL-T DAN SEL-B

Sudah pernah dikemukakan fakta bahwa respons antibodi terhadap antigen-antigen tertentu sangat menurun setelah timektomi neonatal. Tetapi kita mengetahui dari penelitian Davies dengan menggunakan sel-sel timus yang ditandai dengan kromosom (T6) bahwa limfosit-T tidak mengeluarkan antibodi. Keterlibatan limfosit-T dalam pembentukan antibodi tanpa ia sendiri membuat antibodi, sekarang dianggap sebagai sejenis kerja sama sel-T yang membantu agar rangsangan antigenik limfosit-B lebih efektif (Gambar 3.6).

Dengan menggunakan mencit yang telah mendapat penyinaran dengan sinar-X (sehingga tidak dapat lagi memberikan respons imun) sebagai “tabung reaksi hidup”, Claman dan kawan-kawannya membuktikan bahwa sel timus atau sel sumsum tulang (mengandung p’rasel-B) yang disuntikkan bersama sel darah merah domba hanya menghasilkan antibodi yang sedikit atau sedang. Bila sel-T dan sel-B disuntikkan bersama, akan teriadi kenaikan yang sangat nyata dalam jumlah sel yang terlibat dalam pembentukan antibodi (Tabel 3.3). Asal-usul sel pembuat antibodi yang bersifat selular didemonstrasikan dengan bagus sekali oleh Miller dan kawan-kawannya dalam percobaan-percob aan,kerja sama yang meliputi pemindahan sel-T dan sumsum tulang dari pelbagai mencit yang berbeda secara genetik.

Kemampuan ini dapat dipulihkan dengan penyuntikan sel-sel sumsum tulang

Penyinaran dengan sinar-X pada mencit dewasa merusak kemampuan limfosit mencit untuk membelah dan dengan demikian merusak pula respons imunologik mencit tersebut. Namun sel-sel sumsum tulang gagal memulihkan mencit dewasa yang telah disinari sinar-X dan telah dibuang kelenjar timusnya; sebaliknya sel-sel limpa dan kelenjar getah bening dewasa adaiah efektif. Dengan demikian disimpulkan bahwa timus bekerja pada sel-sel primitif yang berasal dari sumsum tulang dan membuat sel-sel tersebut mampu secara imunologik.

Bursa Fabrisius

sumsumSebuah alat limfoid yang lain ditemukan pada ayam dan dinamakan Bursa Fabrisius. Alat ini sama dengan timus dan secara embriologik berasal dari epitel usus. Sama seperti timus yang rupanya bertindak sebagai alat limfoid sentral dan mengatur pemarangan limfosit, terutama yang mengatur kekebalan melalui sel, demikian pula Bursa Fabrisius mengatur pengembangan kemampuan obat herbal untuk penyakit diabetes basah imun sel-sel yang akan membentuk antibodi humoral.  Pembedaan fungsi ini dapat segera terlihat dari hasil-hasil percobaan yang tercatat pada Tabel 3:1: Timus atau bursa dibuang dari ayam yang baru menetas, kemudian ayam-ayam teriebut disinari sinar-X untuk menghilangkan limfcisit aktif yang telah mencapai jaringan perifer. Setelah beberapa minggu, ayam-ayam dites dan rernyata bahwa.yang kehilangan bursa sanagat terpengaruh pembentukan antibodi humoralnya tetapi tidak ada pengaruh terhadap reaksi-reaksi yangdiatur oleh sel-sel seperti kepekaa” terhadap tuberkulin dan penolakan pencangkokan. Sebaliknya, seperti pada mencit, timektomi sangar mengham
bat reaksi-reaksi yarg diatur oleh sel dan juga sedikit mempengaruhi produksi antibodi.

Dua Macam Limfosit: Sel-T dan Sel-B

Sel-sel limfoid primitif dari sumsum tulang rvpanyadapat dibedakan dalam dua macam limfosit:

(i)    Limfosit-T, dibentuk atau melalui salah pada timus dan mengatur kekebalan melalui

(ii)     Limfosit-B, tergantung pada bursa, dan pembentukan antibodi dalam sirkulasi satu cara tergantung sel berhubugngan dengan

Kedua macam limfosit ini dengan rangsangan antigen yang sesuai, akan bertambah banyak dan mengalami perubahan-perubahan morfologik (Gambar 3.6). Limfosit-B berkembang menjadi seri sel-sel plasma. Sel plasma dewasa (Gambar 3.7b) secara aktif membuat dan mengeluarkan antibodi dan memiliki retikulum endoplasmik yang berkembang baik dan berpermukaan kasar (Gambar 3.7f) suatu ciri khas bagi sel yang menghasilkan protein untuk “ekspor”.

Pencangkokan Pada Bagian Tubuh

Suatu homograf yang dapat bertahan terhadap serangan pertama yang hebat dari reaksi perantaraansel dapat menyebabkan timbulnya antibodi humoral di dalam tubuh tuan rumah terhadap antigen transplantasi pada permukaan pencangkokan. Hal ini dapat menyebabkan reaksi sitotoksik atau perlekatah sel-sel fagositik atau penyerangan tidak spesifik sel-sel-K (bandingkan dengan Gambar 6.2). Antibodi-antibodi humoral juga dapat menyebabkan perlekatan trombosit bila bergabung dengan anrigen-anrigen pada permukaan endotel pembuluh darah.

REAKSI OTOIMUN

ato imunPada penderita-penderita anemia hemolitik otoimun dihasilkan oto-antibodi terhadap sel-sel darah merahnya sendiri. Sel-sel darah merah yang terbungkus antibodi ini mempunyai paruh waktu yang pendek terutama dikarenakan perlekatannya dengan sel-sel fagositik. Serum penderita tiroiditis Hashimoto mengandung antibodi-antibodi yang dengan adanya komplemen akan menyebabkan reaksi sitotoktik terhadap sel-sel tiroid yang diisolasi pada perbenihan. Pada sindroma Goodpasture terdapat antibodi-antibodi terhadap membrana basalis glomerulus ginjal. Hasil-hasil pemeriksaan biopsi menunjukkan bahwa antibodi-antibodi obat sakit diabetes melitus ini bersama-sama dengan unsur-unsur komplemen terikat pada membrana basalis, di mana kerja seluruh sistem komplemen itu menyebabkan kerusakan yang berat .

REAKSI KARENA OBAT

Sangat kompleks. Obat-obatan dapat berikatan dengan unsur-unsur tubuh dan mengalami perubahan dari satu hapten menjadi anrigen lengkap yang akanmenyebabkan orang-orang terrentu menjadi peka (kita tidak tahu siapa). Bila antibodi IgE terbentuk, reaksi anafilaksis dapat terjadi. Pada beberapa keadaan, terurama pemakaian salep lokal, reaksi hipersensitivitas perantaraan sel mudah rerangsang. Pada keadaan lain, ikatan dengan protein serum mungkin juga menimbulkan reaksi tipe III hipersensitivitas karena pembentukan kompleks-kompleks. Dari keadaan di atas dapat disimpulkan bahwa obat tampaknya membentuk suatu kompleks antigenik dengan permukaan suatu elemen yang ada pada darah, dan, merangsang pembentukan antibodi yang bersifat sitotoksik bagi kompleks obat-sel itu.

Bila obat dihentikan, kepekaan itu akan hilang tidak lama kemudian. Sebagai contoh mekanisme ini telah ditemukan pada anemia hemolitik yang kadang-kadang dihubungkan dengan pemakaian terus-menerus klorpromazin atau fenasetin, pada agranulosito.sis yang dihubungkan dengan pemakaian amidopirin atau quinidin dan pada keadaan klasrkparpura trombositopeni yang mungkin disebabkan oleh sedormid, serum segar, yang diambil dari penderita dapat melisiskan trombosit, sedang tanpa sedormid hal ini tidak akan terjadi; pemanasan serum sebelumnya pada suhu 56 derajat Celcius selama 30 menit akan menjadikan komplemen ddak aktif dan menghilangkan efek tersebut.

LG-A Yang Di Bentuk Secara Lokal Oleh Sel-Sel Plasma

Imunoglobulin A

im aImunoglobulin ini terutama terdapat dalam serum sebagai monomer 7S tetapi cenderung membentuk polimer secara spontan melalui asosiasi dengan polipeptida kaya-sistein yang dinamakan rantai-J dengan berai molekul 15.OOO. IgA terdapat secara selektif d*lam sekresi selaput lendir-darah seperti air liur, air mata, cairan hidung, keringat, kolostrum, dan sekresi paru-Paru serta saluran Pencernaan. Pada iekreta ini IgA berfungsi sebagai pengobatan tradisional luka diabetes yang menjadi pelindung permukaan tubuh terhadap serangan jasad renik. IgA terdapat dalam cairan-cairan ini terutama, sebagai dimer yang tahan proteolisa karena berkombinasi dengan protein lain – komponen sekreta yang dibuat oleh sel epitel lokal dan memiliki rantai peptida tunggal dengan berat molekul 60.000. Bila dimerisasi terjadi secara acak (random) setelah disekfesi, akan terbentuk dimer dengan spesifisitas gabungan yang Penggabungannya dengan antigen tidak seefektif dimer dengan spesifisitas tunggal yang valensinya lebih tinggi.

Antibodi IgA bekerja dengri” dengan menghalangi perlekatan jasad renik pada permukaan sel selaput lendir karena jasad renik ini terbungkus oleh IgA, sehingga dicegah masuk ke dalam jaringan tubuh. IgA yang terk umpul akan melekat pada sel-sel polimorf dan dapat pula mengaktifkan alternatiflain (hlm. 160) yang berbeda dari jalan komplemen klasik sehingga mungkin dapat menerangkan adanya laporan-laporan tentang sinergisma ?ntar-a-IgA, komplemen, dan lisozim dalam mematikan jasad-jasad koliform tertentu. Imunoglobulin M sering dinamakan antibodi makroglobulin karena berat molekulnya yang tinggi. Molekul IgM merupakan polimer dari lima srrbsairran dari- 4-peptida, dengan tiap subsatuan mengandung sebuah daerah Ch ekstra. Sama seperti pada IgA, polimerisasi subsatuan tergantung pada adanya rantai-J dan struktur IgM .seperti yang dibayangkan oleh Hilschman; tergambar pada Gambar 2.16a.

Dengan cara pewarnaan negatif pada mikroskop elektron, molekul bebas akan berbentuk “bintang”, tetapi bila digabungkan sebagai suatu antibodi dengan sebuah selaput permukaan Jntigenik, mrka akan timbul bentuk yang “menyerupai kepiting” (bambar 2.16b dan c). Secara teoritis valensi penggabutrg tentunya adalah 10, tetapi hal ini hanya terlihat pada interaksi dengan hapten kecil Dengan antigen yanglebih besar, valensi efektif akan meniadi 5 dan hal ini harus dihubungkan dengan suatu bentuk hambatan pada susunan atom pada molekul.

KEKEBALAN DIDAPAT SECARA PASIF

Perlindungan sementara terhadap infeksi dapat diperoleh dengan pemberian antibodi yang berasal dari individu lain dengan spesies yang sama atau berbeda. Sebagai antibodi-antibodi yang didapat, ia akan digunakan dalam reaksi dengan antigen atau mengalami katabolisme sebagaimana biasa, lama kelamaan perlindungan ini hilang. Cacing dewasa hidup menetap di dalam pembuluh-pembuluh mesentrik tuan rumah walaupun kenyataan yang diketahui mengatakan bahwa darah yang direndam dalam cairan yang mengandung antibodi dapat mencegah infeksi kedua. Smither dan Terry menunjukkan bahwa parasit-parasit itu membuat diri sendiri menjadi kebal terhadap prosesproses imun tersebut dengan penyamaran memakai selubung antigen-antigen tuan rumah, baik dengan memperoleh secara langsung arau dengan membuatnya sendiri sibagai bentuk. “mimicry” antigenik.
fly
Antibodi homolog

Matemal. Pada bulan-bulan pertama kehidupan, pada mana bayi secara perlahan-lahan mulai memperlihaqkan kerja sistem limfoidnya, proteksi diperoleh dari antibodi yang berasal dari ibu. Antibodi-antibodi ini diperoleh melalui plasenta atau dari hasil penyerapan usus terhadap imunoglobulin-imunoglobulin kolostral. y-globulin. Pengolahan hasil pengumpulan y-globulin orang dewasa dapat dipergunakan untuk mempercepat penyembuhan penyakit campak, biasanya pada individu-individu dengan defisiensi reaksi kebal seperti bayi-bayi premarur, anak-anak dengan imunodefisiensi primer, atau penderita-penderita yarlg mendapat pengobatan steroid. Kontak dengan penderita hepatitis infeksiosa din cacar boleh juga diberikan proteksi dengan menggunakan y-globulin, terutama bila kasus terakhir itu diperoleh melalui serum pada vaksinasi yang dilakukan beberapa minggu sebelumnya. Apabila kontrol terhadap infeksi kurang cukup, kelainan-kelainan yang berat mungkin pada tuan rumah yang telah kebal sebagai akibat reaksi hipersensitivitas
lambat tipe IV. Oleh karena itu, stafilokokus-stafilokokus yang ditemukan menjadi  avirulen, bila disuntikkan pada tikus akan memberi kekebalan pasif dengan antibodi, tetapi menyebabkan kerusakan jaringan yang luas pada binatang-binatang yang sebelumnya mendapat sel-sel-T yang peka (Glynn).

Imunoglobulin antitetanus manusia lebih disukai daripada antitoksin yang berasal dari kuda, yang,dapat menyebabkan reaksi-reaksi serum. Preparat-preparat y- globul in hasil isolasi, cenderung membentuk gumpalan-gumpalan kecil secara spontan dan ini dapat menyebabkan reaksi anafilaksis berat bila digunakan secara intravena karena kemampuan menggumpalkan trombosit dan mengaktifkan komplemen serta pembentukan anafilatoksin C3a dan C5a Karena alasan tersebut, bahan itu selalu disuntikkan secara intramuskuler. Preparat yang bebas gumpalan akan diterima dengan baik sebagai kelompok terpisah yang dikehendaki mempunyai titer antibodi tinggi untuk penentuan jasad renik seperti vaccinia, herpes zoster, tetanus, dan mungkin rubella.

CMI lebih penting dari pada kekebalan humoral dalam pengendalian penyakit

Pada bentuk lepromatus, reaktivitas sel-T buruk dan daerah parakortikal kelenjar limfe sepi dari limfosit, meskipun di situ banyak terdapat sel-sel plasma yang membantu peningkatan kadar antibodi sirkulasi. Kekebalan nonspesifik terhadap bakteri fakultatif intraselular seperti yang diuraikan di atas, dapat diinduksi oleh reaksi hipersensitivitas perantaraan sel. Sebagai contoh, marmut yang sebelumnya dibuat peka dengan globulin sapi (BCG) dalam adiuvan lengkap Freund, akan kebal terhadap brusela yang diberikan pula pada saat yang sama dengan pemberian BCG. Binatang juga memperlihatkan kekebalan tidak spesifik kepada kuman-kuman seperti itu pada masa reaksi penolakan pada pencangkokan (bandingkan dengan hal. 260). Makrofaga, pada pelbagai cara mengobati penyakit kencing manis tingkat perkembangannya, mungkin berbeda dengan kemampuan membunuh kuman-kuman ini setelah proses penelanan.

rwtMungkin sel-sel yang masih muda dengan granula-granula hidrolitik, peka dan membantu pertumbuhan bakteri intraselular. Ini kelihatan seolah-olah selama reaksi CMI bila limfosit-T yang peka dirangsang kontak dengan antigen spesifik akan terlepas salah satu dari beberapa faktor yang berbentuk hrutan (? MAF – hal. 199) mungkin ini mendorong makrofaga-makrofaga mampu membunuh kuman-kuman yang telah ditelan. Jadi sifat spesifiknya terletak pada awal reaksi sel-T dengan antigennya; kekebalan nonspesifik bertambah oleh kemampuan baru makrofaga untuk membunuh setiap kuman yang difagositosa (Gambar 7.7). Makrofaga yang diambil dari binatang-binatang dalam keadaan reaksi penolakan tuan rumah terhadap pencangkokan menjadi sangat aktif bila diperiksa in vitro; makrofaga-makrofaga yang “marah” ini mempunyai tonjolan-tonjolan sitoplasma yang sangat aktif dan memperlihatkan pertumbuhan granula-granula inrraselular yang baik.

Perubahan-perubahan serupa juga terjadi pada makrofaga biasa yang dibiasakan dan diolah dengan limfokin yang didapat dengan cara mengeramkan sel-sel-T bersama-sama antigen, ini diharapkan bahwa pengolahan rnakrofaga itu akan membuar ia mampu mencerna listeria yang difagositosis atau kuman lain yang serupa. Ini sebagian mungkin disebabkan oleh pembentukan kapsul in aioo dan sebagian lagi karena pembentukan faktor-faktor seperti protein A yang dapat berikatan dengan bagian Fc IgG (kecuali subkelas IgG3) dan menghambat ikatan kepada reseptor Fc selpolimorf . S.aureus dapat difagositosis bila jumlah antibodi cukup banyak tetapi sebagian kecil kuman dalam sel ini tetap bertahan hidup dan mereka ini sukar dibasmi dengan sempurna.

Anamnesa hernia nukleus pulposus pada umumnya

Pinggang bagian bawah seringkali pegal dan waktu mengangkat sesuatu yang agak berat bangkitlah nyeri yang makin lama makin hebat. Batuk dan bersin menimbulkan nyeri yang menjdlar mulai dari daerah gluteus sampai ke daerah lateral kaki. Apabila nyerinya menghilang terasalah kesemutan pada daerah lateral kaki. Anamnesa fraktur kolum femoris kiranya tidak memerlukan penjelasan lebih lanjut.

Data yang dihasilkan dengan lalan inspeksi dan palpasi daerah tulang belakang, sakrum dan sendi panggul adalah seperti berikut. Sebagai telah diterangkan terlebih dahulu, penderita artritis sendi panggul pada tahap dini mengambil sikap di mana tungkai atas agak diaduksikan dan panggul yang sakit agak terangkat apabila ia tidur telentang. Pada hernia nukleus pulposus, inspeksi tulang belakang akan menunjukkan bahwa lordosis daerah lumbal menjadi datar atau disertai oleh skoliosis.

Pada fibrositis m. sakrospinalis bisa ditemukan nyeri-tekan pada sendi sakroiliaka, sedangkan pada hernia nukleus pulposus nyeri-tekan terdapat pada tulang punggung sekitar L 4 dan L 5, pada koksitis nyeri-tekan terasa di daerah sekitar sendi panggul. Pemeriksaan pergerakan pasif dengan jalan mengangkat tungkai dalam sikap lurus dikenal sebagai tindakan Lasegue. Dalam hal itu pasien tidur telentang dan sipemeriksa mengangkat tungkai pasien dalam posisi lurus.Tekniknya ialah sebagai terlukis pada gambar 35. pada orang yang sehat tungkai dapat diangkat sampai g0 derajat tanpa menimbulkan nyeri yang berarti.

Pada HNP dan juga pada koksitis, fraktur kolum femoris serta fibrositis m. sakrospinalis, tindakan Lasegue membangkitkan nyeri sebelum sudut 90 derajat tercapai. Tindakan Lasegue ini adalah suatu test provokasi untuk serabut2 saraf yang menyusun n. iskhiadikus. Pada pengangkatan tungkai dalam posisi lurus n. iskhiadikus akan teregang. Apabila nervus tersebut tidak terganggu, maka regangan itu tidak merupakan suatu rangsang yang berarti. Akan tetapi pada keadaan dimana n. iskhiadikus terganggu, penarikan sedikit saja sudah. cukup untuk merangsang dan menimbulkan nyeri. Pada HNP tindakan Lasegue sudah menimbulkan nyeri, bila tungkai diangkat setinggi 30 derajt-60 derajat (sudut yang dibuat oleh tungkai dan landasan). Nyeri akan timbul di daerah distribusi n. iskhiadikus.Cari tahu informasi seputar terapi diabetes melitus yang direkomendasikan dokter ahli kesehatan dunia hanya di sni.

1 2 3 4 5 6