Resiko kanker payu dara juga punya korelasi dengan serangkaian faktor non-diet

Termasuk situasi kesehatan keluarga turun-temurun, pendapatan (semakin kaya semakin peka), dan umur di mana seorang wanita melahirkan anaknya yang pertama (kaum wanita yang tidak atau terlambat beranak menanggung risiko terbesar). Studi yang sama atas tigapuluh tujuh negara yang menghubungkan kanker perut dengan konsumsi lemak dan protein hewan yang tinggi mengungkapkan bahwa menu seperti itu bisa juga dihubungkan dengan kanker payu dara. Pada sejumlah studi lainnya mengenai penduduk manusia (seperti kalangan Advent Hari Ketujuh yang merupakaan penganut vegetarian) dan tentang dunia binatang, secara coba-coba para peneliti juga telah menghubungkan konsumsi lemak dengan kanker payu dara. Kandungan lemak dari menu mewah telah mengubah keseimbangan hormon seks dalam tubuh, yang pada gilirannya bisa – menurut teori ini – mengakibatkan kepekaan terhadap kanker payu dara.

Diet

Dibanding dengan jenis-jenis kanker lainnya, termasuk kanker pada kelenjar prostata dan buah zakar di kaiangan pria dan kanker indung telur dan rahim di kalangan kaum wanita – yang ada kalanya disatu-kelompokkan di bawah narna “efidocrine dependent cancers” (jenis-jenis kanker yang ada hubungannya dengan endokrin). Semua kanker ini nampaknya dipengaruhi oieh hormon-hormon yang dikeluarkan oleh orgar endokrin, dan semuanya banyak terdapat di negara-negara Barat. Di Amerika Serikat, kanker payu dara menewaskan lebih banyak kaum wanita daripada kanker-kanker lainnya, sementara kanker kelenjar prostata hanyalah dikalahkan oleh kanker paru-paru dan kanker perut sebagai penyebab kematian di kalangan kaum pria. Statistik-statistik kanker umumnya hanya memberikan tafsiran peringatan, dan pola internasional di mana kanker yang ada hubungannya dengan endokrin tedadi tidaklah cukup seragam untuk memungkinkan kita memberikan identifikasi secara sederhana.

Kegemukan dikaitkan dengan kanker pada selaput rahim dan Srnjal pada kaum wanita, pengaruh nutrisi mewah yang paling meluas atas kanker nampaknya bersumber dari kayanva, dan bukan banyaknya, makanan yang menjadi ciri menu mewah. Tak akan ada tinjauan mengenai kanker yang lengkap tanpa memperhitungkan berbagai makanan tambahan beserta sisasisanya yang semakin menandai menu mewah. Walaupun bahan-bahan kimia buatan manusia dalam makanan mungkin tak banyak jumlahnya dalam kompleksitas kanker yang disebabkan oleh menu, kontribusi pada tingkat-tingkat kanker tidak diketahui secara menyolok, dan beberapa kejutan yang tidak menyenangkan mungkin saja menyertainya.