Kemampuan ini dapat dipulihkan dengan penyuntikan sel-sel sumsum tulang

Penyinaran dengan sinar-X pada mencit dewasa merusak kemampuan limfosit mencit untuk membelah dan dengan demikian merusak pula respons imunologik mencit tersebut. Namun sel-sel sumsum tulang gagal memulihkan mencit dewasa yang telah disinari sinar-X dan telah dibuang kelenjar timusnya; sebaliknya sel-sel limpa dan kelenjar getah bening dewasa adaiah efektif. Dengan demikian disimpulkan bahwa timus bekerja pada sel-sel primitif yang berasal dari sumsum tulang dan membuat sel-sel tersebut mampu secara imunologik.

Bursa Fabrisius

sumsumSebuah alat limfoid yang lain ditemukan pada ayam dan dinamakan Bursa Fabrisius. Alat ini sama dengan timus dan secara embriologik berasal dari epitel usus. Sama seperti timus yang rupanya bertindak sebagai alat limfoid sentral dan mengatur pemarangan limfosit, terutama yang mengatur kekebalan melalui sel, demikian pula Bursa Fabrisius mengatur pengembangan kemampuan obat herbal untuk penyakit diabetes basah imun sel-sel yang akan membentuk antibodi humoral.  Pembedaan fungsi ini dapat segera terlihat dari hasil-hasil percobaan yang tercatat pada Tabel 3:1: Timus atau bursa dibuang dari ayam yang baru menetas, kemudian ayam-ayam teriebut disinari sinar-X untuk menghilangkan limfcisit aktif yang telah mencapai jaringan perifer. Setelah beberapa minggu, ayam-ayam dites dan rernyata bahwa.yang kehilangan bursa sanagat terpengaruh pembentukan antibodi humoralnya tetapi tidak ada pengaruh terhadap reaksi-reaksi yangdiatur oleh sel-sel seperti kepekaa” terhadap tuberkulin dan penolakan pencangkokan. Sebaliknya, seperti pada mencit, timektomi sangar mengham
bat reaksi-reaksi yarg diatur oleh sel dan juga sedikit mempengaruhi produksi antibodi.

Dua Macam Limfosit: Sel-T dan Sel-B

Sel-sel limfoid primitif dari sumsum tulang rvpanyadapat dibedakan dalam dua macam limfosit:

(i)    Limfosit-T, dibentuk atau melalui salah pada timus dan mengatur kekebalan melalui

(ii)     Limfosit-B, tergantung pada bursa, dan pembentukan antibodi dalam sirkulasi satu cara tergantung sel berhubugngan dengan

Kedua macam limfosit ini dengan rangsangan antigen yang sesuai, akan bertambah banyak dan mengalami perubahan-perubahan morfologik (Gambar 3.6). Limfosit-B berkembang menjadi seri sel-sel plasma. Sel plasma dewasa (Gambar 3.7b) secara aktif membuat dan mengeluarkan antibodi dan memiliki retikulum endoplasmik yang berkembang baik dan berpermukaan kasar (Gambar 3.7f) suatu ciri khas bagi sel yang menghasilkan protein untuk “ekspor”.