Banyak pemerintah mau tak mau harus memandang perdagangan tembakau

Begitu mereka melonjakkan pajak atas rokok dan tembakau serta berbagai kewajiban impor  ada kalanya seolah-olah untuk mengurangi kebiasaan merokok  pemerintah sekaligus menciptakan suatu sumber pendapatan yang-besar yang secira politis lebih mudah dibenarkan dibanding dengan peningkatan obat kencing manis alami dalam jenis-jenis pajak lainnya di banyak negara, pendapatan pajak dari hasil tembakau melebihi jumlah yang diterima oleh kaum tani dari panen tembakaunya sendiri. Di Amerika Serikat tahun 1974, pemerintah-pemerintah federal, negara bagian dan daerah memperoleh sekitar $6 milyar lewat pajak hasil tembakau, sedangkan $4 milyar dari pajak tembakau yang dihasilkan oleh Pemerintah Inggris tahun itu meliputi 70 persen dari seluruh pengeluaran petani untuk rokok.

petani-tembakauBahkan di Nigeria sekalipun, pajak tembakau mencapai 2,2 persen dari seluruh pendapatan pajak pemerintah federal di tahun 1969/70. Banyak pemerintah, yang terbelenggu oleh kekuatan politik dari para pengusaha tembakau dan rokok atau tergoda-oleh kepentingan sendiri dalam dunia usaha tembakau atau keduaduanya, secara giat membantu produksi tembakau. Dr. Samuel Epstein mengkalkulasi bahwa Departemen Pertanian AS menghabiskan sekitar $50 juta per tahun buat tunjangan harga, penelitian tembakau, promosi ekspor, serta sekian program lainnya yang membantu industri tembakau. Dinas Penelitian Pertanian di negara ini, demikian Epstein, “lebih banyak memberi tempat bagi penelitian tembakau daripada penelitian distribusi makanan. Lebih daripada itu, yang diurus oleh Dinas ini adalah bagaimana menghasilkan lebih banyak produksi yang bisa dipasarkan, dan bukan produksi yang lebih aman bagi umat manusia.”

Standar ganda seperti ini dari pemerintah amat nista sejauh yang kita persoalkan adalah ekspor tembakau dan rokok. Valuta asing senantiasa disambut oleh para perencana ekonomi dan akibatakibat buruknya atas kesehatan tak pernah menjadi urusan mereka. Bila kita membaca berbagai laporan dari para ahli ekonomi dan petugas pertanian tentang perdagangan tembakau, kita tak akan pernah mencurigai sifat dari komoditi yang mereka utarakan. Dalam perhitungan statistik mereka yang picik, suatu penurunan dalam konsumsi rokok Inggris (dan karenanya impor tembakau) dinilai sebagai suatu “tantangan”, dan lonjakan dalam pasar rokok di Timur Tengah sebagai suatu “kesempatan.” Untuk mempertahankan daya saing ekspor tembakau Italia di Iuar Masyarakat Eropa, MEE -Masyarakat Ekonomi Eropa) menyediakan subsidi kira-kira sepuluh sen untuk tiap pon tembakau yang terjual.