Antibodi pada binatang yang telah disiapkan secara imunologik

antTerdapat pada permukaan makrofaga dendritik di dalam pusar-pusar germinal limfoid dan mengikat an-tigen dengan efisien (Nossal). Dan tempat inilah dianggap seiagai lokasi yang sangar mengrrnrungkan untuk merangsang timbulnya suatu respons kedua. Antigen yang diikat makrofaga bebas, sebagian akan diuraikan dan sebagian lain diikat makrofaga bebas, sebagianĀ  sel di mana antigen tersebut diperkirakan akan berada dalam keadaan imunogenik yang kuat. Penemuan Askonas dan Rhodes bahwa ARN (Asam Ribo Nukleaq yang berasal dari makrofaga ini masih mengandung fragmen-fragmen antigen dan bersifat sangat imunoge nik (antigen super) memberikan kesan bahwa konsentrasi bukanĀ  satu-satunya mekanisme untuk merangsang dan bahwa ada hasil makrofaga (? ARN), yang tidak ada hubungan dengan kekhususan antigen, yang merupakan pemberi randa tambahan untuk aktivasi limfosit. Harus diperhatikan pula kemungkinan peranan Ig dan c3 yang ada hubungannya dengan antigen dalam kompleks-kiompleks imun karena adanyareseptor-reseptor Fc dan c3 pada kedua tipe sel.

KERJA SAMA ANTARA SEL-T DAN SEL-B

Sudah pernah dikemukakan fakta bahwa respons antibodi terhadap antigen-antigen tertentu sangat menurun setelah timektomi neonatal. Tetapi kita mengetahui dari penelitian Davies dengan menggunakan sel-sel timus yang ditandai dengan kromosom (T6) bahwa limfosit-T tidak mengeluarkan antibodi. Keterlibatan limfosit-T dalam pembentukan antibodi tanpa ia sendiri membuat antibodi, sekarang dianggap sebagai sejenis kerja sama sel-T yang membantu agar rangsangan antigenik limfosit-B lebih efektif (Gambar 3.6).

Dengan menggunakan mencit yang telah mendapat penyinaran dengan sinar-X (sehingga tidak dapat lagi memberikan respons imun) sebagai “tabung reaksi hidup”, Claman dan kawan-kawannya membuktikan bahwa sel timus atau sel sumsum tulang (mengandung p’rasel-B) yang disuntikkan bersama sel darah merah domba hanya menghasilkan antibodi yang sedikit atau sedang. Bila sel-T dan sel-B disuntikkan bersama, akan teriadi kenaikan yang sangat nyata dalam jumlah sel yang terlibat dalam pembentukan antibodi (Tabel 3.3). Asal-usul sel pembuat antibodi yang bersifat selular didemonstrasikan dengan bagus sekali oleh Miller dan kawan-kawannya dalam percobaan-percob aan,kerja sama yang meliputi pemindahan sel-T dan sumsum tulang dari pelbagai mencit yang berbeda secara genetik.